The Bridge Academy kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam peningkatan kualitas layanan melalui kolaborasi berkelanjutan dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat budaya layanan yang berorientasi pada pelanggan.
Melalui program coaching dan training, The Bridge Academy membantu Bea Cukai membangun budaya “melayani dari hati” dengan mengenali pelanggan lebih dulu secara mendalam. Selain berhasil meningkatkan kualitas interaksi antara petugas dan pengguna layanan, kolaborasi ini juga sukses mendorong tumbuhnya kepercayaan publik terhadap Bea Cukai.
Dampak positif tersebut dibagikan secara langsung oleh Fery Gunawan selaku Kepala Subdirektorat Bimbingan Pengguna Jasa dan Manajemen Layanan Informasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang hadir sebagai panelis dalam sesi panel di konferensi Indonesia Customer Experience Week (ICXW) 2025 bersama Irma Rachmiyati dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sesi panel diskusi ini menjadi salah satu highlight inspiratif di ICXW 2025. Fery Gunawan menyampaikan bahwa Bea Cukai melihat perlunya peningkatan kualitas layanan untuk semakin memenuhi ekspektasi pelanggan, terutama setelah masa pandemi Covid-19 yang membawa tantangan besar dalam proses layanan dan pengiriman barang. Situasi tersebut menjadi momentum penting bagi Bea Cukai untuk memperkuat pendekatan yang lebih humanis dan responsif dalam setiap interaksi.
Fery Gunawan kemudian menyadari bahwa Bea Cukai sebagai penyedia layanan harus memahami keinginan dan ekspektasi pelanggan terlebih dahulu dengan melakukan profiling. Bea Cukai pun memilih The Bridge Academy untuk mendampingi mereka belajar dan menerapkan LIFO® Method guna mengenali pelanggan secara lebih mendalam demi memberikan pelayanan yang sopan, ramah, memuaskan, dan membentuk kepercayaan.
Ilmu yang dipelajari Bea Cukai dari The Bridge Academy membuat petugas makin mampu “melunakkan hati” pelanggan dengan terlebih dahulu memahami dan mengenali mereka. Pendekatan ini membantu Bea Cukai menyusun strategi yang lebih tepat dan efektif untuk mengajak pelanggan memahami proses dan layanan Bea Cukai dengan lebih baik.
Selain itu, Fery Gunawan menuturkan bahwa ilmu yang diberikan The Bridge Academy telah menghadirkan “ruh” baru dalam pelayanan Bea Cukai. Jika sebelumnya petugas cenderung berpegang pada aturan yang formal dan kaku, kini mereka dapat menyampaikan penjelasan dengan lebih tenang, santai, dan bisa diterima oleh pelanggan dengan lapang. Perubahan pendekatan ini membuat proses komunikasi menjadi lebih konstruktif.
Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap Bea Cukai. Ke depannya, Bea Cukai masih akan mengembangkan lagi ilmu yang didapatkan dari The Bridge Academy. Dalam waktu dekat, Bea Cukai juga akan meluncurkan website yang berisi informasi terkait layanan dan panduan penggunaan jasa Bea Cukai secara lebih mendetail untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi seputar layanan Bea Cukai.
Upaya-upaya Bea Cukai tersebut merupakan wujud komitmen nyata untuk terus mengembangkan pendekatan pelayanan yang semakin humanis, adaptif, dan berkelanjutan, agar pelayanan publik Indonesia dapat semakin memberikan pengalaman yang positif dan bermakna bagi seluruh pengguna layanan.
Kolaborasi antara The Bridge Academy dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menjadi bukti nyata bahwa penguatan kualitas layanan membutuhkan komitmen dan pendampingan yang berkelanjutan. Melalui perannya, The Bridge Academy berkomitmen mendukung berbagai organisasi dalam menghadirkan pengalaman layanan yang lebih positif dan bermakna bagi seluruh pengguna layanan.
Sumber: Actualnews.id