Strategi komunikasi yang efektif sangat diperlukan oleh setiap staf yang bertugas untuk berkomunikasi secara langsung dengan pelanggan. Ketika dihadapkan kepada pelanggan, kalimat atau cara komunikasi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pengalaman pelanggan atau customer experience (CX).
Sering kali, kalimat yang terlihat sederhana dapat memengaruhi persepsi pelanggan, misalnya membangun atau merusak kepercayaan. Bahkan dapat menentukan apakah pelanggan akan kembali menggunakan suatu produk atau layanan. Oleh karena itu, ada kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan saat memberikan pelayanan ke pelanggan.
Lantas, apa saja kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan saat memberikan pelayanan ke pelanggan? Simak selengkapnya dalam artikel ini.
Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan Saat Memberikan Pelayanan ke Pelanggan
1. Bukan Tanggung Jawab Saya
Ketika pelanggan menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi lalu staf menggunakan kalimat seperti, “Ini bukan tanggung jawab saya, mungkin bisa ditanyakan ke tim terkait”, pelanggan dapat merasa diabaikan dan dilempar dari satu divisi ke divisi lain.
2. Ini Sudah Menjadi Aturan Perusahaan
Tiap perusahaan memiliki kebijakan dan SOP yang harus dijalankan. Namun, menyampaikan aturan secara kaku tanpa memberikan penjelasan kepada pelanggan dapat menimbulkan kesan bahwa perusahaan tidak memiliki empati terhadap situasi pelanggan.
3. Saya Kurang Tahu
Kalimat seperti ini dapat menurunkan tingkat kepercayaan pelanggan. Ketika pelanggan menghubungi perusahaan, mereka berharap mendapatkan bantuan atau arahan yang jelas. Meskipun staf belum memiliki jawaban saat itu juga, penting untuk tetap menunjukkan inisiatif dalam membantu menjawab kebutuhan pelanggan.
4. Mohon Ditunggu
Kalimat ini sering digunakan dalam layanan pelanggan. Namun, jika disampaikan tanpa kejelasan waktu, pelanggan dapat merasa tidak pasti dan mulai frustrasi. Ketidakpastian sering kali menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kualitas pengalaman pelanggan.
5. Tidak Bisa
Pernyataan ‘tidak bisa’ ini memiliki kesan seperti menutup percakapan dan membuat pelanggan merasa tidak bisa mendapatkan bantuan. Meski permintaan pelanggan memang tidak dapat dipenuhi, perusahaan tetap perlu menunjukkan upaya untuk membantu menemukan alternatif solusi.
Mengapa Pemilihan Kalimat Penting dalam Customer Experience?
Dalam customer experience (CX), pelanggan akan menilai bagaimana mereka diperlakukan dan apa yang mereka rasakan selama proses interaksi berlangsung. Cara berbicara, pemilihan kata, dan nada komunikasi dapat memengaruhi emosi pelanggan selama berinteraksi.
Pelanggan mungkin tidak selalu mengingat seluruh detail solusi yang diberikan, tetapi mereka cenderung mengingat efek emosional yang ditimbulkan oleh tiap interaksi. Oleh karena itu, komunikasi yang tepat dan efektif ajan membantu perusahaan membangun hubungan positif dan kepercayaan, serta mendorong loyalitas jangka panjang.
The Bridge Academy sebagai vendor training CX hadir untuk membantu perusahaan meningkatkan skill komunikasi tim melalui program training yang komprehensif dan aplikatif untuk mengasah keterampilan tim guna menghadirkan komunikasi yang lebih solutif dan efektif dengan pelanggan.
Hubungi kami di sini:
E-mail: info@thebridge.id
Instagram: @thebridge.academy.indonesia
LinkedIn: The Bridge Academy Indonesia
Website: The Bridge Academy Indonesia